INFO LOWONGAN KERJA TERBARU KLIK DISINI

Download Lagu MP3 All I Could Do Was Cry - Beyoncé Knowles (Cadillac Records)

Beyoncé Giselle Knowles-Carter[1] (/biˈjɒnseɪ/ bee-yon-say) (lahir 4 September 1981)[2][3] yaitu seorang penyanyi dan artis wanita Amerika Serikat. Lahir dan dibesarkan di Houston, Texas, ia tampil di bermacam-macam persaingan tarik suara dan menarikan pada masa kecilnya, dan naik daun pada akhir tahun 1990-an sebagai penyanyi utama dari grup musik wanita R&B, Destiny's Child. Di manajeri oleh ayahnya Mathew Knowles, grup ini menjadi salah satu grup paling berhasil di seluruh dunia. Dikala grup dalam masa rehat, Beyoncé merilis album solo pertamanya, Dangerously in Love (2003), membuat dirinya sebagai salah satu artis solo di dunia; album terjual sebanyak 11 juta kopi, meperoleh lima Penghargaan Grammy menciptakan dua singel nomor satu pada tangga nyanyian Billboard Hot 100, adalah "Crazy in Love" dan "Baby Boy".

Setelah pembubaran Destiny's Child pada tahun 2005, ia merilis album solo keduanya, B'Day (2006), yang memuat singel "Déjà Vu", "Irreplaceable" dan "Beautiful Liar". Beyoncé juga bekerja dalam bidang akting, dengan pernah memperoleh nominasi Golden Globe untuk penampilannya di Dreamgirls (2006), dan membintangi peran di The Pink Panther (2006) dan Obsessed (2009). Pernikahannya dengan rapper Jay-Z dan pemeranan sebagai Etta James di film Cadillac Records (2008) memberi imbas pada album ketiganya, I Am... Sasha Fierce (2008), di mana album menjadi tonggak lahirnya alter ego dirinya, Sasha Fierce, dan mendapat Penghargaan Grammy pada tahun 2010, termasuk Lagu Terbaik Tahun Ini untuk "Single Ladies (Put a Ring on It)". Beyoncé mengambil masa rehat dari musik pada tahun 2010 dan mengambil alih manajemen kariernya sendiri; album selanjutnya 4 (2011) mempunyai nada yang lebih mellow, menjelajahi musik funk 1970-an, musik pop 1980-an, dan musik soul 1990-an.[4] Album sanggar kelimanya, Beyoncé (2013), diakui secara kritik dan menjadi album yang berbeda dari perilisan album-album sebelumnya dikarenakan berbagai eksperimen dalam produksinya dan penjelajahan tema album yang lebih gelap. Album selanjutnya adalah "Lemonade" yang dirilis pada tahun 2016, dengan "formation" sebagai lead single dari album ini. album keenam Beyoncé ini benar benar mengupas perihal siapa Beyoncé sesungguhnya yang ialah penggiat seni atau hanya popstar.

Mendeskripsikan dirinya sebagai "feminis modern",[5] nyanyian-nyanyian Beyoncé acap kali ditandai dengan tema-tema seperti cinta, relasi, dan monogami, serta seksualitas dan pemberdayaan wanita. Di pentas, penampilannya yang dinamis dan mempunyai koreografi yang bagus membikin kritikus mengklaim dirinya sebagai salah satu seleb terbaik di musik populer kontemporer. Selama perjalanannya berkarier selama 16 tahun, dia sudah memenangkan 17 Penghargaan Grammy dan menjual lebih dari 118 juta rekaman sebagai pekerja seni solo[6] dan 60 juta rekaman bersama Destiny's Child,[7] membuat dirinya sebagai salah satu pekerja seni musik terlaris di dunia sepanjang masa.[8][9] Asosiasi Industri Rekaman Amerika Serikat mengakui Beyoncé sebagai penggiat seni top bersertifikasi di Amerika ketika dekade 2000-an.[10][11] Pada tahun 2009, Billboard menamai dirinya sebagai "Seni Tangga Lagu Radio Terbaik Dekade Ini",[12] "Seni Seni Terbaik" pada tahun 2000-an dan "Penggiat Terbaik Milenium Ini" pada tahun 2011.[13][14] Pada tahun 2014 ia menjadi musisi kulit hitam dengan pendapatan tertinggi dalam sejarah.[15] masuk dalam daftar 100 orang paling berakibat di dunia di majalah Time pada tahun 2013. Pada tahun 2014, Time memuat dirinya dalam daftar orang paling berdampak di dunia serta dirinya menjadi sampul edisi bulanan majalah tersebut. Forbes menamai dirinya sebagai wanita terkuat ketujuhbelas di dunia, dan wanita terkuat kedua di bidang entertainmen.[16]

All I Could Do Was Cry - Beyoncé Knowles (Cadillac Records)


INFO LOWONGAN KERJA TERBARU KLIK DISINI

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2


Iklan Bawah Artikel